Atrial fibrilasi adalah kondisi dimana detak jantung tidak teratur dan cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi lainnya. Sayangnya, banyak pasien atrial fibrilasi di Indonesia masih berusia produktif, yaitu antara usia 18 hingga 65 tahun.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, jumlah pasien atrial fibrilasi terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya olahraga, pola makan yang tidak seimbang, serta stres dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pasien atrial fibrilasi yang berusia produktif seringkali mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, berolahraga, atau bahkan berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman. Mereka juga rentan mengalami komplikasi serius, seperti stroke dan gagal jantung, yang dapat mengancam nyawa mereka.
Oleh karena itu, penting bagi para pasien atrial fibrilasi di Indonesia untuk segera mendapatkan pengobatan yang tepat dan teratur. Mereka juga perlu mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti dengan rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan mengelola stres dengan baik.
Selain itu, edukasi mengenai pentingnya deteksi dini dan pengobatan atrial fibrilasi juga perlu ditingkatkan, baik oleh tenaga kesehatan maupun oleh masyarakat umum. Dengan demikian, diharapkan jumlah pasien atrial fibrilasi di usia produktif dapat dikurangi, dan mereka dapat tetap menjalani kehidupan dengan kualitas yang lebih baik.